Diposkan pada Kegiatanku, Wisata Kuliner

Hangout Bareng Bang Teno di Milan Pizzeria Cafe Larangan

Sudah lama banget kepengen JJS (Jalan-jalan Santai) sama Abang Teno dari dia mulai liburan ujian Sekolah kelas IX sampai sudah mau masuk sekolah lagi, tapi apalah daya si Emak cuma bisa kasih janji-janji palsu aja hik..hik..hik…  

Nah…, Pas hari sabtunya Emak bertekat untuk mengajak jalan-jalan Bang Teno sebelum masuk sekolah lagi. Tadinya sih Emak mau ngajak ke Ragunan, tapi ngebayangin macetnya di jalan akhirnya kami berdua urungkan niat untuk Jalan-jalan ke Ragunan.

Akhirnya kita putusin aja, gimana kalau kita berwisata kuliner di daerah Ciledug, hehehehehe. Kalian pasti heran kan kenapa enggak wisata kuliner ke mana gitu yang jauhan ???

Emak punya alasan nih, karena di daerah Ciledug sekarang sudah banyak dibuka Restoran dan Cafe yang asik untuk Hangout bersama keluarga atau teman-teman,  desain interiornya serta ruangannya juga keren-keren dan oke banget buat posting foto di Instargam.

Akhirnya hari Sabtu, 06 Mei 2017 , Emak dan Bang Teno mengunjungi salah satu Cafe yang sudah lama ingin Emak kunjungi nih yaitu Milan Pizzeria Cafe, yang berlokasi di Larangan, Ciledug Tangerang. Salah satu daya tarik Cafe ini adalah desain ruangannya yg oke, seperti gambar di dinding beranda  Milan Pizzeria Cafe.

Emak aja enggak melewatkan kesempatan ini buat berselfie-selfie ria, sementara Bang Teno cukup jadi juru fotonya aja ya Bang, hehehehehe

Nah setelah puas berselfie-selfie ria, Emak dan Bang Teno order pesanan dong, di lihat dari namanya aja Milan Pizzeria Cafe, pasti teman-teman udah ngebayangin kan bahwa menu utama di Cafe ini adalah Pizza.

Banyak menu Pizza yang di tawarkan oleh Milan Pizzeria Cafe lebih dari 10 Menu Pizza, dari pizza yang topingnya standard hingga pizza dengan toping yang manis seperti, coklat,keju, buah-buahan dan sebagainnya.

Kita aja sampai bingung mau coba yang mana tapi karena Emak dan Bang Teno suka yang topingnya Classic akhirnya kita pilih  Beef Classic Pizza, ada 3 pilihan  ukuran pizza, personal, medium dan large.

Menurut Emak harganya cukup standard, untuk ukuran personal pizza hanya Rp. 27.727,-. Selain Pizza, Bang Teno juga ingin mencoba Pastanya, karena itu Emak Pesankan Fettuccine Beef. Menurut Emak untuk rasa Pizza dan Fettuccine enak, Komposisi bumbunya seimbang, potongan daging Sapi dan jamurnya juga sedang.

Untuk Soupnya Emak pesankan Soup Cream Chicken Mushroom, cream soup yang lezat dengan irisan jamur dan daging ayam didalamnya, wahhh Bang Teno suka banget dengan Cream Soup ini apalagi rasanya juga maknyus dan harganya pun terjangkau untuk satu porsi Cream Soup Chicken Mushroom hanya Rp.1 3.626,-

Sedangkan untuk Appetizernya Emak pesankan Blueberry Cheese Pastry dengan toping Ice Cream. Hemmmm Pastry maknyus banget, karena sensasi rasanya yang cukup unik, biasanya kan Ice Cream di jadikan toping untuk Waffle ya, tapi di Milan Pizzeria Cafe kita bisa merasakan Pastry rasa Keju Blueberry dengan toping Ice Cream yg disirami dengan sirup Blueberry, hadeww Emak ketagihan, tapi cukup icip-icip sedikit aja takut tambah gendut hahahahaha.

Ohhh ya hampir lupa, kami juga pesan minuman ringannya loh Ice Cappuccino untuk Emak dan Vanilla Thai Tea untuk Bang Teno. Kedua minuman ini punya keunikan rasa yang berbeda, untuk Vanilla Thai Tea yang di pesan Bang Teno menjadi istimewa rasanya karena selain ada rasa teh, juga ada rasa susu vanilla yang di beri toping Ice Cream, pantesan aja bang Teno, pilih minuman ini hehehehe…

Menurut penilaian Emak nih, menu makanan di Milan Pizzeria Cafe rasanya lumayan enak mulai dari Pizza, Pasta, Soup, Appetizer, hingga minuman ringannya dan harganya juga standard , teman-teman bisa mengajak keluarga atau sahabat untuk Hangout di sini.

Oke demikianlah perjalanan Wisata Kuliner duo Emak dan Anak kali ini, sampai berjumpa di wisata kuliner kami selanjutnya ya… Salam^^

 

Diposkan pada Perjalananku, Review Restoran/Resto, Wisata Kuliner

Menikmati Masakan Khas Lampung Di Coffee & Resto Cikwo

editcikwo-2
Coffee & Resto Cikwo (Foto Dian)

Setelah puas bermain air di Pulau Pahawang perjalanan Bloggercohuy mengeksplorasi Lampung di hari ke dua tanggal 21 Januari 2017 terus berlanjut, kali ini kami mengunjungi salah satu Restoran yang ada di Bandar Lampung namanya “Coffee & Resto Cikwo”. Coffee & Resto ini berlokasi di Jl. nusa indah no.1 sumur Batu Teluk Betung Utara Kota Bandar lampung, Lampung Kode Pos 35213.

Coffee dan Resto Cikwo ini di Kelola oleh Isna Adianti , seorang wanita berdarah asli Lampung . Beliau bercerita awal mulanya mendirikan Resto ini adalah karena kerinduannya untuk menikmati hidangan khas kampung halamannya karena di Bandar lampung ini tidak terlalu banyak restoran yang menjual masakan khas Lampung

Hidangan yang disajikan di Coffee & Resto Cikwo sebagian besar  berasal dari daerah Liwa dan Krui karena Orang tua Ibu Isna berasal dari  Daerah Liwa, namun ia dibesarkan di daerah Krui yaitu daerah pesisir Lampung Barat, karena itu kedua daerah ini memiliki pengaruh besar terhadap menu-menu yang disajikan di Resto Cikwo. Oleh karena itu setiap datang pengunjung dari daerah lain  selain Liwa dan krui, Ibu Isna selalu bertanya kepada pelanggannya kira-kira masakan khas Lampung mana yang  mereka ingin nikmati di Restonya ini.

Saat saya bertanya masakan apa yang paling digemari oleh pelanggan di restonya ini, Ibu Isna menjelaskan bahwa Taboh Iwa Tapa banyak diminati oleh pelanggannya. Ia menjelaskan bahwa masakan ini punya ceritanya sendiri. Biasanya Taboh Iwa Tapa ini disajikan pada saat adanya perayaan Besar seperti hajatan dan pesta-pesta adat lainnya.

taboh-iwa-tapa
Taboh Iwa Tapa (Foto Hermini)

Taboh Iwa Tapa adalah ikan mujaer yang diasapkan selama 5-6 Jam dan diberikan santan kental dan bumbu khas daerah Krui. Di daerah Krui merupakan daerah Pesisir Lampung Barat yang banyak ditumbuhi pohon kelapa, di desanya menurut Ibu Isna kelapa yang dihasilkan santannya sangat baik  walaupun sudah di peras 4 kali santannya masih kental berbeda sekali dengan kelapa yang ada di daerah kota selain itu masakan yang diolahnya tidak menggunakan penyedap rasa jadi rasa gurihnya asli dari santannya. Ciri khas lain dari masakan Lampung adalah mereka tidak menyukai rasa manis sehingga masakannya cenderung asin.

Selain Taboh Iwa Tapa masih banyak lagi masakan lampung yang disajikan di Resto Cikwo yaitu antara lain Taboh Iwa Tuhuk yaitu ikan Blue Marin yang  diberikan santan kental dengan bumbu khasnya. Ikan Blue Marin memiliki kadar omega 3 yang tinggi sehingga sangat baik untuk meningkatkan kecerdasan pada anak-anak.

taboh-iwa-tuhuk
Taboh Iwak Tuhuk (foto Hermini)

Selanjutnya ada menu masakan Cubik Khemas, Khalipo Sambol, Gulai Pedhos, Sate Iwa Tuhuk, Bekasam, Manuk Kumbut Saun, Pindang Baung, Pindang patin, Manuk Pulong Akhi, pandap Pekhos Masin, pepes patin Sop Iwa Tuhuk Jabog Jelug, Taboh Iwa Tuhuk, dan masih banyak masakan khas lampung lainnya.

kerita-sambal
Kerita Sambol (foto Hermini)
pandap
Pandap (Foto Hermini)
pepes-ikan-baung
Pepes Ikan Baung
pindang-baung
Pindang Baung (Foto Hermini)
retak-belulang
Retak Belulang (Foto Hermini)
sop-iwa-tuhuk
Sop Iwa Tuhuk (Foto Hermini)

Sebagian besar masakan yang disajikan oleh Resto Cikwo berbahan dasar ikan, menurut Ibu Isna karena ia berasal dari daerah pesisir pantai maka mayoritas daerah pesisir mengkonsumsi ikan sebagai makanan utama mereka dibandingkan dengan daging ayam dan sapi selain itu ikan di daerah pesisir sangat melimpah dan segar-segar sehingga banyak sekali masakan yang diolah dengan bahan dasar ikan. Selain itu Resto Cikwo juga menyajikan makanan dengan bahan dasar cumi, udang, gurita dan masih banyak lagi.

Untuk rasa menurut saya cukup menggoda selera kita, karena seperti masakan Sumatra lainnya Lampung memiliki cita rasa yang khas namun ada beberapa kemiripan dengan masakan dari Sumatra Selatan dan yang saya suka adalah rasa pedasnya berasa banget, kebetulan saya suka dengan masakan yang memiliki cita rasa pedas dengan bumbu yang meresap ke dalam bahan dasarnya .

Selain menyajikan makanan khas Lampung Coffee dan Resto Cikwo juga menawarkan  minuman khas Lampung. Seperti yang kita ketahui bahwa Lampung sangat terkenal dengan kopi Robustanya dan Lampung merupakan daerah penyumbang 70% ekspor kopi Robusta Indonesia.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Ibu Isna tujuan dari menyediakan minuman dengan bahan dasar Kopi adalah untuk memperkenalkan kopi robusta kepada kaum muda di Bandar Lampung, karena saat ini  minum kopi sudah menjadi salah satu gaya hidup dikalangan anak muda namun sayangnya mereka lebih banyak mengkonsumsi kopi di luar daerah Lampung seperti kopi Aceh Gayo, kopi Toraja dan daerah lainnya.

Oleh karena itu Coffee & Resto Cikwo hanya menyediakan kopi khas Lampung saja sebagai satu bentuk rasa cintanya terhadap kopi Lampung ini, yang berbeda hanyalah Daerah penghasil kopinya saja. Di jelaskan lebih lanjut oleh Ibu Isna bahwa Liwa merupakan salah satu daerah penghasil kopi Lampung yang bagus. Dan kopi yang saya nikmati saat itu adalah kopi yang berasal dari daerah Liwa.

Menurut Ibu Isna kopi robusta  ditanam di ketinggian tanah 12000 m diatas permukaan laut sedangkan kopi arabika di tanam di atas 12000 di atas permukaan laut. yang menjadi ciri khas dari kopi robusta adalah saat di seduh dengan air panas aromanya sangat tajam dan rasanya lebih pahit dibandingkan dengan kopi arabika. Bagi penikmat kopi, kopi robusta dapat dijadikan pilihan utama.

Kopi yang disuguhkan di Resto Cikwo merupakan kopi robusta dengan kualitas terbaik dan dari biji kopi yang digiling sendiri. Ada 50 pilihan menu kopi tetapi yang paling banyak dipesan oleh pelanggannya ada 10 menu, yaitu antara lain Coffee Latte, Black Coffee, Cappuccino, Espresso, Vietnam Grips, Kopi susu, kopi Tubruk dan sebagainya.

Selain itu yang menjadi daya tarik dari Coffee & Resto Cikwo ini adalah kita dapat melihat secara langsung cara menyajikan kopinya yang di buat oleh seorang Penyeduh  kopi muda bernama Aksioma Subana, panggilannya Aci usianya masih terbilang muda 14 tahun dan masih duduk di kelas 8 SMP.

16325963_120300001827121254_496085705_o
Peracik Kopi Muda bernama Axioma (Foto Frisch)

Aci sudah belajar menyeduh kopi ini sejak tahun 2014, awalnya ia sering menemani ayahnya minum kopi melihat para brewers atau penyeduh kopi dewasa meramu kopi membuat Aci tertarik untuk belajar meyeduh kopi karena untuk menyeduh kopi ada tehniiknya sehingga kita harus belajar dengan ahlinya.

Tehnik penyeduhan kopi pun berbeda-beda dan yang paling mendasar sekali adalah untuk menyeduh kopi suhu titik didih air antara 90-95 derajat Celsius artinya jika diatas 95 derajat titik didih air maka kopi yang di seduh akan menjadi gosong dan aroma yang dihasilkanpun akan berbeda. Wahhh sepertinya saya harus banyak belajar deh cara  meyeduh kopi.

Jika teman-teman ingin menikmati makanan  dan kopi khas Lampung maka Coffee & Resto Cikwo merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah kita. Baiklah sampai disini dulu wisata kuliner kita di Lampung sampai berjumpa di Wisata kuliner selanjutnya. Salam Damai^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diposkan pada Perjalananku, Review Kuliner, Review Restoran/Resto

PAVILION RESTO & CAFE : Tempat Hangout Asyik Bersama Keluarga & Teman-Teman Di Kota Bandar Lampung

editpavilion-1

Setelah puas menikmati pemandangan Alam Laut Teluk Lampung dan pulau-pulau kecil dari tempat wisata Muncak Tropong Laut di Kabupaten Pesawaran, Lampung.  Saya berserta rombongan BloggerCihuy melanjutkan perjalanan menuju salah satu Tempat wisata Kuliner di Kota Bandar Lampung.

Salah satu tempat wisata kuliner yang menarik perhatian kami adalah Pavilion Resto & Cafe. mungkin kalian ingin tahu apa yang menjadi daya tarik dari Pavilion Resto & Cafe ini ?. Menurut saya salah satu hal yang menjadi daya tarik dari Pavilion Resto & Cafe  adalah konsep penataan ruangnya.

editpavilioun-2
Pavilion Resto & Cafe nampak dari Depan

Menurut Pemiliknya Bapak Arie Nanda Djausan (32 th), Pavilion Resto & Cafe ini belum lama di buka yaitu pada tanggal 31 Desember 2016. Ide awal berdirinya Resto & Cafe ini adalah  untuk menjadi tempat nongkrong dan diskusi bagi bapak Arie dan teman-temannya karena kebetulan sekali bapak Arie merupakan salah satu anggota dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang  memiliki banyak komunitas serta aktivitas  sehingga mereka membutuhkan tempat asyik untuk ngobrol-ngobrol dan berdiskusi. Namun seiring berjalannya waktu Pavilion Resto & Cafe ini menjadi tempat wisata kuliner yang cukup diminati oleh kaum muda Lampung.

editpavilion-11

Bapak Arie Nanda Djausan,Pemilik Pavilion Resto & Cafe

Pavilion Resto & Cafe berlokasi  di Jln. K.H Ahmad Dahlan No.74 Teluk Betung Utara Kota Bandar Lampung yang memiliki luas kurang lebih 2000 meter persegi dan memiliki daya tampung  sekitar 300 orang.

editpavilion-4
Mas Ari, Manager Pelaksanan Pavilion Resto & Cafe

Menurut Manajer Pelaksanaannya Mas Ari, Konsep penataan ruang dari pavilion Resto & Cafe ini adalah Garden dan Sky View sehingga para pengunjung bisa menikmati makanan sambil menyaksikan pemandangan Teluk, dengan penataan ruang seperti ini diharapkan dapat menghadirkan suasana tenang, santai, grovie, menyenangkan bagi para pengunjungnya sehingga cocok sekali untuk tempat hangout bersama keluarga dan teman-teman.

Selain itu keunikan lain dari Pavilion Resto & Cafe ini adalah ruangnya dibagi dalam 5 Pavilion dengan konsep penataan yang berbeda-beda, ada Pavilion in door dan out door. sehingga memberikan suasana yang berbeda pula.

editpavileoun-3
Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam Teluk Lampung sambil menikmati hidangannya
editpavileon-6
Lobby Pavilion Resto & Cafe
editpavilion-5
Pavilion Out door
editpavileon-7
Pavilion Indoor

Selanjutnya untuk menu yang ditawarkan oleh Pavilion Resto & Cafe  kepada para pengunjungnya adalah mulai dari masakan western, China hingga masakan Nasional . Untuk saat ini menu Main Course Westernnya baru 4 menu yang ditampilkan rencananya mereka akan menambahkan menu baru Westernnya hingga 10 item.

Untuk main course andalan Westernnya ada 3 menu antara lain Special Steak yang menggunakan daging sapi Australia pilihan ada Tenderloin dan sirloin Steak yang dioleh dengan bumbu-bumbu khusus khas Pavilion Resto & Cafe dengan berbagai macam pilihan sauce. Main Couse selanjutnya adalah Fire Ribs with Smokey Island Sauce yaitu Iga Sapi Australia pilihan dengan bumbu special dan Dorry Manier yaitu Ikan Dorry yang di steam dengan resep khas Pavilion Resto & Cafe.

editpavilion-8
Fire Ribs With Smokey Island Sauce

Sedangkan untuk Dessert ada berbagai macam menu pilihan antara lain ada Casata Bomba yaitu kombinasi 3 variant Ice Cream dengan siraman Sauce Coklat, selain itu ada Cream Brullee yaitu makanan khas Italy yang menyerupai puding dengan campuran selai Strawbbery  dan cakenya juga ada berbagai macam pilihan rasa.

editpavileon-9

Untuk makanan China, Pavilion Resto & Cafe menyediakan berbagai macam pilihan menu utama atau main course seperti Fu Yung Hai, Capcay, I Fu Mie , Ayam Cah Jamur, Sapo Tahu, Lau cu Pan Goreng atau kuah dan masih banyak menu masakan China lainnya.

Sedangkan untuk masakan Indonesia, Pavilion Resto & Cafe menyediakan Main Course antara lain Soto Betawi, Soto Ayam Lamongan, Mie Aceh goreng atau kuah , berbagai masakan olehan Iga seperti Sop Iga, Iga Bakar, Iga goreng, Kemudian ada juga makanan olahan buntut sapi seperti sop Buntut, Buntut Bakar dan Goreng. dan masih banyak menu utama lainnya.

Menurut Pemiliknya Bapak Arie Nanda Djausan, karena Pavilion Resto & Cafe ini masih terbilang baru maka menu yang ditawarkan juga masih terus dikembangkan sehingga masih banyak menu-menu baru yang akan mereka tampilkan. Untuk segmen pasarnya sendiri Bapak Arie menjelaskan bahwa Pavilion Resto & Cafe ini untuk kalangan menengah ke atas dan diharapkan dapat melayani selera pelanggannya baik itu dari masyarakat Bandar Lampung sendiri maupun wisatawan domestik maupun asing.

Beliau sangat menyadari bahwa Pavilion Resto &Cafe ini masih sangat muda dan  harus terus meningkatkan mutunya, baik itu segi menu yang disajikan maupun pelayanannya kepada pelanggan.

Menurut saya untuk soal rasa cukup enak dan cocok di lidah saya. salah satu masakan Indonesia yang saya cicipi dan menurut saya enak rasanya adalah Iga Bakar Saus Pedas. Menurut pendapat saya Iga Bakar yang disajikan cukup empuk dan bumbunya meresap ke dalam iganya. Ada perpaduan rasa yang harmonis antara pedas, asin dan manisnya sehingga memebuat saya ingin kembali datang ke Resto ini lagi untuk mencoba menu yang lainnya.

editpavilion-10
IGa Bakar Pedas

Nah bagi kalian yang berkunjung ke Bandar Lampung jangan lupa mampir ke Pavilion Resto & Cafe karena Resto ini sangat unik dengan pemandangan alam sekitarnya  yang sangat cantik dan menu-menunya yang sangat menggugah selera makan kita. Demikianlah liputan kuliner kali ini sampai berjumpa di wisata kuliner selanjutnya bersama Dian di Kota Bandar Lampung.

Diposkan pada Fashion, Kegiatanku, Seminar, Workshop, Smesco Digipreneur Day

Smesco Digipreneur Day : “Exploring The Content Marketing Strategy” Part 1

editsmesco1
Kiri-Kanan : Lisma D.Gumelar Pemilik Rumah Baju Ambu, Derry Darmawan Manager Bursa Sajadah Online, Kartika Ika Sari Moderator, Abang Edwin SA. Principal & Head Consultant , Bangwin Consulting

Hari Minggu, 27 November 2016 yang lalu saya mendapatkan kesempatan ke dua kalinya untuk hadir dalam acara Smesco Digipreneur Day yang diselenggarakan oleh Smesco Rumahku. Smesco Digipreneur Day merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh Smesco RumahKu dan sudah berlangsung ke empat kalinya. Pada kesempatan ini tema yang digulirkan adalah “Eksploring The Content Marketing Strategy”, yaitu membahas tentang bagaimana strategi pemasaran yang tepat di media digital.

Menurut saya acara ini sangat menarik dan bermanfaat sekali bagi para pengusaha UKM untuk mengetahui stategi apa yang paling tepat diterapkan untuk mengembangkan usahanya di media online termasuk kesulitan yang biasa dihadapi dalam memasarkan produk di media digital atau online serta bagaimana solusinya.

Acara Smesco Digipreneur Day kali ini menghadirkan para Pembicara yang ahli dibidangnya serta pengusaha binaan UKM LLP KUKM yaitu antara lain Ibu Lisma D. Gumelar beliau adalah pengusaha yang bergerak dibidang fashion pemilik Rumah Baju Ambu, Derry Darmawan Manager Digital  Bursa Sajadah Online, Abang Edwin SA. beliau adalah konsultan digital marketing, Bapak Bagus Rachman Direktur Pengembangan Dan Pemasaran LLP KUKM Smesco RumahKu .  Smesco Digipreneur Day kali ini menghadirkan juga Sefa Firdaus, beliau adalah Professional Photographer yang memberikan workshop photo produk kepada para peserta seminar secara langsung.

Sebelum acara dimulai saya menyempatkan diri untuk berselfie ria karena foto bagi saya merupakan dokumentasi dan bukti kehadiran kita di sebuah acara.

editsmesco2
Saya selalu mendokumentasikan setiap even yang saya hadiri

Setelah acara seminar resmi dibuka maka yang mendapatkan kesempatan pertama untuk menjelaskan tentang produknya adalah Ibu Lisma D. Gumelar, beliau adalah Istri dari Bapak Miing Gumelar . Bapak Miing adalah seorang Komedian, Anggota DPR dan juga seorang pengusaha.

editsmesco3
Lisma D. Gumelar Pemilik Rumah Baju Ambu

Ibu Lisma menceritakan bagaimana ia mulai merintis usahanya dari awal, sebelum menjadi pengusaha Ibu Lisma adalah seorang karyawan di salah satu bank di Indonesia, namun ia memutuskan untuk berhenti bekerja dan memulai sebuah usaha. Ibu Lisma menceritakan bahwa ia tidak memiliki ilmu tentang fashion dan desain. Semua ia pelajari secara otodidak dengan cara banyak membaca buku dan majalah fashion, menyaksikan peragaan busana atau fashion show, dan lain sebagainya. Setelah itu Ia mulai mendisain sendiri pakaian yang ia kenakan untuk menghadiri berbagai acara, seperti ke sekolah anaknya. Dari situlah teman-temannya mulai melihat hasil desainnya dan mereka tertarik untuk membelinya dan mulailah ia berbisnis busana.

Pakaian yang didesain oleh Ibu Lisma cukur bervariasi mulai dari pakaian untuk fashion show, pakaian pesta hingga pakaian casual atau pakaian yang bisa digunakan untuk kegiatan sehari-hari. Menurut penjelasan Ibu Lisma pakaian yang ia desain bisa dipakai oleh seluruh wanita, baik yang menggunakan hijab maupun wanita  yang tidak berhijab dan desain pakaiannya tidak terbatas pada busana Muslimah saja. Berikut ini merupakan beberapa pakaian hasil rancangan dari ibu Lisma salah satunya adalah desai yang diberi nama Simplicity In Glamours.

editsmesco4
Simplicity In Glamours

editsmesco7

Desain pakaian yang dihasilkan menggunakan siple cutting dan dipadukan dengan menggunakan bahan-bahan lebih shiny dan glitter sehingga menghasilkan desain yang memiliki kesan glamor.

warna-warna yang digunakan adalah putih dan hitam menurut ibu Lisma warna ini menggambarkan satu keseimbangan perpaduan warna menyatu dalam rancangan ini nuansa Silver dipadukan dengan detail  corneli yang menjadi salah satu ciri khas Rumah Baju Ambu.

Aplikasi yang digunakan terdiri dari Corneli (salah satu bordir yang pengerjaannya memebordir diatas tile) dan payet. Sedangkan bahan yang digunakan Linen shiny, linen glitter , brokat, Velvet, kulit sintetis , tile.

editsmesco8
Warna Putih dan Hitam menggambarkan satu keseimbangan

Selain desain Simplicity in Glamours Ibu Lisma juga membuat desain yang diberi nama Vilasita. Desain ini terinspirasi dari keindahan dan kemewahan busana Pakistan yang kaya dengan warna-warna yang bervariasi.

Vilasita berarti Kemewahan yang menjadi perpaduan antara busana Pakistan yang dikolaborasikan dengan desain busana muslim ciri khas Lisma D. Gumelar. Dipadupadankan dengan beberapa bahan lokal seperti songket khas Indonesia, sehingga menjadi produk yang bernuansa Nasional.

Aplikasi yang digunakan sama yaitu Corneli dan payet sedangkan bahan yang digunakan antara lain Velvet, songket, tile, laffeta, lame dan brokat.

editsmesco5
Vilasita

Desain pakaiannya memenuhi unsur syariah, sopan dan tertutup sehingga menutup aurat namun tetap modis. komposisi warna , tren, perpaduan jenis bahan, pemilihan aplikasi (pemakaian payet, batu dan lain-lain) sangat diperhatikan dengan teliti sehingga menjadi nilai utama dari desainnya dan penggunaan cormeli (teknik lilitan benang di atas bahan yang terinspirasi dari ukiran yang tersebar di seluruh Indonesia) menjadi detail ciri khas utama desain Rumah Baju Ambu.

Pakaian yang dihasilkan oleh Rumah Baju Ambu merupakan hasil rancangan Ibu Lisma sendiri sehingga tidak diproduksi secara massal dan diproduksi dalam kapasitas tertentu saja sehingga memiliki kesan khusus atau Istimewa.

Sistem produksi yang dilakukan berdasarkan pesanan yang dibuat berdasarkan masing-masing model dalam jumlah tertentu. sistem produksi secara satuan atau pesanan yang diterima  dari konsumen berdasarkan model yang telah dikeluarkan atau model yang dipesan.

Produksi dilakukan sendiri atau dengan rekanan yang sudah teruji hasil kerjanya dan proses penerapan aplikasinya sendiri dilakukan dengan menggunakan tangan atau handmade dan hal ini menjadi ciri khas dari Rumah Baju Ambu.

Agar produk yang dihasilkannya terjaga kualitasnya maka Ibu Lisma menggunakan tenaga kerja bagian produksi adalah orang-orang yang sudah teruji kemampuannya dalam menjahit pakaian  demikian pula untuk tenaga Managerial bidang financial dan marketing.

Rumah Baju Ambu memiliki 29 karyawan yang terdiri dari 17 Personel Karyawan Rumah Baju Ambu dan 12 orang personel tenaga sub pekerjaan. sedangkan untuk tenaga pekerja khusus tenagakerja untuk aplikasi diperoleh dengan memberdayakan masyarakat sekitar tempat tinggal.

Untuk Promosi Rumah Baju Ambu menggunakan media Massenger (BBM, Whatshapp) mitra dagang dan pameran-pameran baik dari pihak swasta maupun pemerintah dan ikut berpartisipasi dalam acara fashion show. Mengapa Ibu Lisma tidak memasarkannya melalui Instagram ataupun Website ? Ibu Lisma menjelaskan bahwa produk yang disasilkan oleh Rumah Baju Ambu memang terbatas dan tidak diproduksi secara partai besar sehingga harganyapun juga berbeda dengan pakaian yang biasa dijual secara online selain itu berdasarkan pengalaman yang pernah dialami oleh ibu Lisma sebelumnya bahwa dengan mempromosikan lewat media seperti Instagram dan Website kemungkinan desain baju kita bisa ditiru oleh orang lain sangat besar dan dijual dengan harga yang murah . Sedangkan kan pakaian yang ia hasilkan merupakan produk khusus dan harganyapun juga berbeda.

Namun Ibu Lisma juga menyampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan baginya untuk memasarkan produknya melalui media digital namun dengan produk yang bisa diproduksi secara massal dan dalam partai besar. Namun untuk saat ini Ibu Lisma masih memasarkan dengan cara seperti tersebut di atas.

Saat ini konsumen Ibu Lisma terdiri dari konsumen pedagang  yaitu butik-butik yang ada di Jakarta, Jawa Barat, Sumatra, Kalimantan, sulawesi dan konsumen perorangan dari daerah yang sama ditambah beberapa daru Brunai Darusalam dan Malaysia.

Ibu Lisma juga menambahkan dalam bahwa semua yang ia lakukan adalah karena dorongan rasa cintanya dengan dunia fashion dan dukungan dan suport yang penuh dari suami tercinta.

Dan Rumah Busana Ambu juga telah mendapatkan penghargaan Kriya Pesona Bandung 2 yang diselenggarakan oleh Dinas Kerajinan Nasional Daerah Kota Bandung pada bulan juli 2007. Penghargaan selanjutnya adalah Predikat peserta Favorite pada “Pameran Produk KUKM Perempuan Dan Produk KUKM Potensial Eksport 2007 yang diselenggarkan oleh Dinas Koperasi Dan UKM Jawa Barat Bekerjasama dengan Team penggerak PKK Pada Bulan Agustus 2007 dan Piagam Penghargaan International Woman Exhibition yang diselenggarakan oleh Jakarta Convention Center pada September 2007.

Demikianlah pemaparan yang disampaikan oleh Ibu Lisma D. Gumelar mengenai Rumah Baju Ambu acara selanjutnya dialnjutkan dengan pemaparan yang disampaikan oleh Derry Darmawan Manager Digital Marketing Bursa Sajadah Online yang akan saya bahas pada Bagian Ke 2.

Sampai berjumpa di pembahasan selanjutnya.

Diposkan pada Repotase Premiere Film Dokumenter, Review Film Indonesia

Premiere Antalogi Film Dokumenter Eagle Award 2016 : Upaya Membangun Kesadaran Masyarakat Melalui Tema”Indonesia Sehat”

Tahun 2016 merupakan tahun ke 12 pelaksanaan Eagle Award Dokumentary Competition (EADC), namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena tahun ini Panitia Pelaksana Eagle Award 2016 menggandeng Kementrian Kesehatan Republik Indonesian untuk menjadi Mitra dalam Penyelenggara Eagle Award. Sehingga tema yang di angkat tahun ini adalah tentang “Kesehatan”. Tema kesehatan ini mencakup masalah tentang :

  1. Kesehatan Masyarakat
  2. Kesehatan Lingkungan
  3. Pelayanan Kesehatan
  4. Inovasi dan Pembangunan
  5. Partisipasi Publik.

Panitia Pelaksana Eagle Award 2016 memberikan kesempatan kepada para sineas muda Indonesia untuk berkreasi dengan mengangkat tema kesehatan yang berkembang di masyarakat, bukan hanya persoalan kesehatan yang berkembang di kota-kota besar, tetapi juga persoalan kesehatan yang ada di daerah terpencil dan pedalaman. Dari sekitar 200 peserta yang mendaftar  terpilihlah 5 Film Documenter Nominator Eagle Award 2016 dan Acara Premierenya telah dilaksanakan pada hari Selasa, 18 Oktober 2016 yang lalu di XXI Plaza Indonesian, Jakarta.

Acara Premiere ini dihadiri Oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia Prof.Dr.dr.Nila Djuwita F.Moeloek, SP.M(K) , Para Pejabat di Lingkungan Kementrian Kesehatan RI, beberapa wakil Atase Kebudayaan Kedutaan Luar Negeri, Direktur Utama Metro TV Bapak Adrianto Machribie serta para tamu undangan lainnya.

Acara Premiere Antalogi Film Documenter Eagle Award Dokumentary Competition 2016 ini di buka dengan Konfrensi Pers yang di buka oleh Ibu Nila Moeloek. Dalam kesempatan ini beliau mengatakan bahwa “Kesehatan itu merupakan Nomor 1 terutama saya kira kita ingin sekali mempunyai satu generasi anak muda kita yang sehat, cerdas, jadi kalau lahir dengan bayi yang sehat dari ibu yang sehat , saya yakin anak-anak kita akan menjadi anak yang cerdas dan akhirnya Ekonomi juga akan semakin baik, semuanya dapat bersekolah dengan baik”.

 Ibu Nila, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Eagle Award 2016 yang  telah mengangkat tema”Kesehatan atau Indonesia Sehat” ini merupakan saru program yang positif dan mudah-mudahan menginspirasi. Beliau juga berharap lewat film Dokumenter ini kita semua dapat melihat bagaimana tenaga kesehatan bekerja bukan hanya yang ada diperkotaan tetapi tenaga kesehatan yang berada di daerah terpencil dan pedalaman Indonesia. Kita juga selayaknya mengapresiasi upaya tenaga kesehatan yang bekerja di daerah pedalaman atas dedikasi yang mereka lakukan selama ini.

Dalam kesempatan ini, Sekjen Eagle Institut Indonesia Bapak Bambang Hamid menyampaikan alasan mengapa menjadikan tema “kesehatan” untuk Eagle Award 2016. Beliau menjelaskan bahwa “Setiap tahun panitia penyelenggara Eagle Award selalu mengadakan rapat untuk menentukan tema Eagle setiap tahunnya dan munculah ide untuk mengambil tema kesehatan. Memang selama 12 tahun ini baru kali ini mengangkat tema Kesehatan sebagian tema utama. Namun selama 12 tahun ini banyak juga film Dokumenter yang mengangkat tema masuk Kesehatan masuk sebagai nominasi Eagle Award.  Semua ini menggambarkan satu, pertama negara kita begitu luasnya dengan kondisi geografis yang terdiri dari ribuan pulau yang secara umum transportasi memerlukan upaya lebih. Jika kita lihat kondisi di hanya di Jakarta kita tidak akan sadar bahwa ada saudara-saudara kita di pedalaman sana barangkali tidak menikmati fasilitas dan kemewahan seperti yang kita rasakan saat ini.

Lewat Film inilah Eagle Award mencoba menggambarkan kondisi yang terjadi di seluruh pelosok Indonesia, karena yang namanya dokumenter adalah catatan sejarah. Dengan demikian kita dapat melihat bahwa tahun 2016 kondisi kesehatan di daerah pedalaman masih seperti ini, seperti kondisi di Papua, di Aceh, dan daerah lainnya . Di sampaikan pula oleh Bapak Bambang Hamid bahwa bagi kalangan media dan journalist tema kesehatan adalah tema yang “seksi” dan tidak ada habisnya untuk membahas masalah ini dan persoalnya sangat Kompleks. Setelah tema ini digulirkan ada sekitar 200 proposal yang panitia terima semuanya temanya kesehatan, setelah di seleksi akhirnya keluarlah 5 nominasi Eagle Award 2016″.

Acara Konfrensi Pers selain menghadirkan Kemenkes RI, Perwakilan Eagle Institut Indonesia juga perwakilan GE Health Care Indonesia, satu perusahaan yang bergerak di bidang alat kesehatan yang menjadi salah satu Produser Eagle Award 2016.

Lima Film Documenter yang menjadi nominator Eagle Award 2016 antara lain yaitu :

  1. Kutukan Tak Bertuah. Film ini di sutradarai oleh Rahmi Rizqi & Ariza Saputra A, berlokasi di Kp. Rerebe, Kec.Tripe Jaya Kab. Gayo Lues. Film ini bercerita tentang kampung bernama Kampung Rerebe yang mempunyi kepercayaan bahwa memakan salah satu hewan keramat yang mereka sebut “Noang”akan mengakibatkan Penyakit Kutukan. Penyakit tersebut mempunyai ciri yang sama dengan Lepra atau Kusta. Kepercayaan yang turun temurun itu terus di pakai sehingga penderitanya harus diasingkan dari masyarakat Rerebe dan tinggal di daerah terpencil.
  2. Mami Amamapare, disutradarai oleh Yonri S. Revolt & Febian Kakisina. Film ini menceritakan tentang partisipasi mama Yakoba sebagai “Dukun Beranak” di kampung Amampare di Mimika-Papua.
  3. Programmer Cilik disutradarai oleh R.A. Christie Kirana & A. Saka Saputra film ini bercerita mengenai pengalaman pribadi Saat Andre Christoga sakit dan harus mengantri lama karena harus berhadapan dengan birokrasi yang panjang dan regulasi dan alur pendaftaran BPJS, maka munculah ide untuk membuat Aplikasi Cepat Sembuh yang di harapkan dapat persingkat jalur birokrasi. Sampai saat ini aplikasi itu masih dalam tahap pengebangan.
  4. Aku Perlu Tahu disutradarai oleh Mufti Rasyid dan Fery Sriafandi. Film ini menceritakan tentang upaya Ahmad Fathul Imam (26th) seorang guru SMA-LB Muhammadiyah Jombang yang berupaya meberikan pemahaman kepada para siswa-siswinya mengenai alat reproduksi. Karena banyak kasus tentang pelecehan seksual terhadap siswi difabel, disebabkan karena anak-anak ini tidak memahami mengenai organ reproduksi dan apa manfaatnya. Untuk mengajarkan hal ini kepada anak-anak difabel tidaklah mudah perlu ditemukan metode khusis agar mereka mengerti dan ini perlu dukungan dari keluarga para siswa.
  5. Sketsa Dua Kisah, di sutradarai oleh Lutfi Yulisa dan Muhamad Burhan. Film Documenter ini mengenai perjuangan Penderita HIV Aids, banyak diantara mereka yang tertular karena suami mereka, yang pemakai Narkoba. Kebanyakan para wanita ini adalah ibu rumah tangga biasa yang tidak tahu apa-apa. Mereka harus berjuang melawan penyakitnya dan pandangan miring masyarakat sekitarnya.

Setelah konfrensi pers dilaksanakan maka acara selanjutnya adalah nonton bersama film Dokumenter yang dibuka dengan penayangan Film Documenter berjudul “7 Bintang”, Film ini di sutradarai oleh Jasti Arimbi. Film ini menceritakan tentang 7 Orang Pemuda Tim Nusantara Sehat yang dikirim ke daerah perdalaman Papua, di Film ini kami bisa melihat betapa berat medan yang harus mereka tempuh untuk mencapai tempat bertugas dengan fasilitas seadanya, dan kondisi alam yang kurang bersahabat, mereka harus melaksanakan tugasnya melayani masyarakat sekitarnya. Saya sangat terharu melihat film ini karena masih banyak saudara-saudara kita yang hidupnya jauh dari kata layak, dengan minimnya pengetahuan mereka tentang menjaga kesehatan dan alamnya yang tak bersahabat, sehingga sulit bagi bantuan medis untuk menjangkau daerah tersebut. Hal ini perlu menjadi perhatian bagi kita semua , bagaimana kita bisa menjangkau daerah terpencil tersebut.

Menyaksikan Film Documenter ini membuat saya semakin berpikir bahwa tugas Kemenkes RI sangat banyak sekali dan saya yakin mereka sangat kerepotan untuk menanganinya. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesian membutuhkan dukung dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pengusaha dan sektor swasta. Karena itu mari kita dukung program Pemerintahan di Bidang Kesehatan, dan bagi Para Tenaga Kesehatan muda dapat berpartisipasi dalam Tim Nusantara Sehat, karena saudara-saudara sangat membutuhkan Kehadiran para tenaga medis, yang mau turun ke daerah pedalaman di seluruh Pelosok Indonesia.

Film-film Dokumenter ini dapat kita saksikan di Metro TV , dari tanggal 28 Oktober-11 November 2016 pukul 22.30-23.00 WIB. Kita juga bisa berpartisipasi mberikan voting untuk Film Documenter Pilihan Pemirsa dalam Eagle Award Dokumentary Competition 2016 melalui web voting http://www.eagleinstitute/vote . Voting di buka dari tanggal 19 Oktober 2016 Pukul 00.00WIB dan akan di Tutup pada tanggal 14 November 2016 pukul 23.59WIB.
 Terimakasih atas perhatiannya sampai jumpa di acara pengumuman pemenangnya ya. Trimakasih kepada Kemenkes RI , Eagle Institut Indonesia yang meberikan kesempatan kepada saya untuk hadir ke ajang bergengsi ini.

Diposkan pada Review Film Indonesia, Tontonan Keluarga

Film Wonderful Life : Karena Setiap Anak Adalah Istimewa Dan Sempurna

editwl-1
Film Wonderful Life

Saat ini perkembangan Dunia Perfilman Indonesia sudah banyak  kemajuannya, hal ini dapat kita lihat dari semakin aktifnya sineas-sineas muda Indonesia memproduksi Film Indonesia  dengan kualitas gambar dan suara yang semakin baik, selain itu temanya pun beraneka ragam mulai dari Action, Komedi  hingga Drama Keluarga.

Pada kesempatan ini , saya  berterimakasih sekali kepada Bloggercrony Community karena  diberikan kesempatan untuk menyaksikan Gala Premier Film Wonderful Life yang diselenggarakan pada hari Senin, 10 Oktober 2016 berlokasi di Plaza Senayan Jakarta Selatan. Gala Premier ini dihadiri Sutradara, Produser, Para Pemain , Penulis Buku hingga kru film Wonderful Life.

editwl-2
Sutradara, produser, para pemain serta penulis buku Wonderful life

Film Wonderful Life diangkat dari sebuah buku yang berjudul Wonderful Life, buku ini ditulis oleh seorang Single Parent bernama Amalia Prabowo yang memiliki seorang anak laki-laki bernama Aqil, penyandang Disleksia. Film ini di sutradarai oleh Agus Makkie, Skenario ditulis oleh Jenny Jusuf, Produser oleh Angga Dwinas Sasongko, Rio Dewanto dan Handoko Hendroyono serta di Produksi oleh Creative bekerjasama dengan Visinema Picture. Selain itu Film wonderful Life ini dibintangi oleh para artis dan aktor ternama Indonesia, yaitu antara lain Atiqah Hasiholan, Sinyo, lydia Kandau,Alex Abbad, Putri Ayudia, Artur Tobing dan masih banyak pemain lainnya . Film Wonderful Life akan segera ditayangkan secara menyeluruh di bioskop-bioskop kesayangan teman-teman semua pada tanggal 13 oktober 2016.

Sinopsis Film :

Film Wonderful Life menceritakan seorang wanita karier dan sekaligus Orang Tua Tunggal bernama Amelia ( diperankan Atiqah Hasiholan), secara karier ia sangat sukses namun sebagai seorang ibu ia mengalami ke sulitan dalam menangani putra semata wayangnya yang bernama Aqil (di Perankan Sinyo) berusia 8 tahun.

Walaupun Aqil sudah berusia 8 tahun dan duduk di kelas 3 Sekolah Dasar, namun  Aqil mengalami kesulitan dalam membaca dan menulis dan di sekolah Aqil lebih suka menggambar atau doodling di buku tulisnya dibandingkan mengerjakan tugas-tugas yang di berikan oleh gurunya  sehingga Amelia sering di panggil Walikelasnya Aqil karena masalah ini.

Sebagai Seorang Wanita Karier, Amelia adalah wanita yang memiliki dedikasi tinggi pada pekerjaannya namun sebagai seorang Ibu Ia kesulitan dalam menangani Aqil hingga ia sering memarahi putra sematawayangnya , di tambah dengan tekanan dari pekerjaannya membuat Amelia menjadi seorang ibu yang  pemarah selain itu Amelia juga sangat tidak suka dengan kebiasaan Aqil menggambar. Konflik demi konflikpun terjadi ditambah dengan sikap dari Kakeknya Aqil yang cenderung menyalahkan putrinya karena ia menganggap putrinya gagal mendidik  dan membesarkan Aqil, cucunya.

Akhirnya Amelia memutuskan melakukan perjalanan untuk mengobati Aqil karena Ia merasa anaknya sakit dan harus diobati. Perjalanan panjang pun mereka lewati berdua banyak peristiwa yang mereka lalui di dalam perjalanan tersebut yang pada akhirnya membuahkan satu kisah dan pengalaman batin yang luar biasa bagi Ibu dan Anak.

Film Wonderful Life memiliki alur maju dan sarat dengan konflik batin , yang membuat penontonnya ikut terbawa dalam konflik yang mereka hadapi. Film ini juga mempunyai arti khusus bagi saya karena saya merasa berada dalam posisi Amelia. Saya juga seorang Single Parent yang harus berjuang membesarkan putra semata wayang. Cerita kami mungkin agak mirip sedikit karena sejak kecil putra saya sering sakit hingga pertumbuhannya pun cukup terganggu. Dan saat ini ia juga kesulitan dalam belajar karena penglihatannya agak bermasalah.

Sebagai orang tua saya ingin anak saya bisa berprestasi seperti anak-anak lain pada umumnya, namun saya menyadari dan tahu bagaimana kondisinya dari awal sehinggan saya tidak bisa memaksakan keinginan saya kepadanya karena kemampuan daya tangkapnya dan kondisi fisiknya  berbeda dengan  anak-anak lainnya. Sehingga saya tidak bisa memaksakan ia untuk mendapatkan rengking dikelasnya atau menjadi juara kelas.

Film ini seperti mengingatkan kepada saya bahwa setiap anak terlahir istimewa dan sempurna, mereka memiliki kelebihan dan kekurangnya masing-masing. Sebagai orang tua kita tidak bisa memaksakan keinginan kita kepada mereka karena mereka memiliki keinginan, hasrat , minat dan bakat yang berbeda-beda.

Dan saat anak kita mengalami kesulitan dalam belajar bukan berarti anak kita bodoh, hal yang harus dilakukan oleh orang tua adalah mencari tahu  akar permasalahannya. Karena ketidaktahuan kita menyebabkan kita mengecap anak kita sendiri menjadi anak yang bodoh atau anak yang malas.

Disleksia merupakan salah satu contoh gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang sering terjadi pada anak yang menginjak usia 7-8 tahun. Biasanya mereka sulit sekali mengenali huruf, membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami  kalimat. anak-anak dengan Disleksia tidak ubahnya dengan anak-anak pada umumnya tidak ada kelainan fisik namun ia mengalami kesulitan dalam kemampuan berbahasa atau pemahaman secara verbal oleh karena itu orang tua harus peka dengan hal ini agar anak-anak kita mendapatkan penanganan yang tepat. Ini bukanlah penyakit tetapi dengan penanganan yang tepat anak-anak istimewa ini bisa menjadi seseorang yang sukses di masa yang akan datang.

Saya sangat merekomendasikan film Wonderful Life untuk di tonton oleh seluruh anggota keluarga agar para orang tua dapat mengambil hikmahnya dari film ini. Setiap anak yang lahir adalah istimewa , Tuhan memberikan mereka kepada kita sebagai satu amanah yang harus dididik, diasuh dan dirawat dengan sebaik-baiknya agar mereka kelak menjadi pribadi-pribadi yang unggul dan memiliki rasa empati yang tinggi.

Terimakasih atas Nonton Barengnya Bloggercrony Community, Mba Rere, mba wardah Fajri dan Mas Satto Raji, sampai berjumpa difilm selanjutnya .

editwl-3
Tanggal 13 Oktober 2016 film Wonderful Life bisa kita saksikan di bioskop-bioskop kesayangan
editwl-4
teman-Teman yang ikut Nonton Bareng Film Wonderful Life
Diposkan pada Review Kuliner, Review Restoran/Resto, Uncategorized

Menikmati Aneka Menu Baru Di Restoran Cerenti Hotel Grand Zuri BSD

edit-3
Sirloin Steak

Suatu kehormatan dan pengalaman yang berharga bagi saya untuk dapat hadir di Restoran Cerenti- Hotel Grand Zuri BSD pada hari Kamis, 19 September 2016 yang lalu. Karena pada hari itu saya dan beberapa teman Blogger mendapatkan undang untuk mencicipi menu baru yang dilauncing oleh Restoran Cerenti – Hotel Grand Zuri BSD dan sekaligus berbincang-bincang dengan Chefnya.

Saya tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 Wib, cuaca saat itu cukup mendung dan hujan rintik-rintik tapi saya tetap senang karena bisa bersilaturahmi dengan teman-teman Blogger sekaligus Mengunjungi Restoran Cerenti. Kehadiran kami di Hotel Grand Zuri BSD disambut dengan hangat oleh Executive Secretary  M. Nindya Ayundini yang lebih akrab di panggil dengan nama Mba Dhini. Dhini menyampaikan bahwa kita bisa melihat berbagai menu baru yang akan dilauncing oleh Restoran Cerenti – Hotel Grand Zuri BSD sekaligus mencicipinya mulai dari Appetizers, Soup, Main Course hingga Dessert dan kita pun bisa bertanya langsung mengenai menu baru ini kepada Chef Yan Hari.

Sebelum acara dimulai kami mendapatkan kesempatan untuk menikmati minuman ringan khas Restoran Cerenti -Hotel Grand Zuri BSD, saya memilih minuman ringan yang segar perpaduan antara mangga dengan jeruk mandarin yang dibland dan diberi Wippy Cream, rasanya tidak terlalu manis mungkin karena rasa manisnya asli dari buah mangga yang matang berpadu dengan rasa jeruk mandarin yang sedikit asam dan segar, hemmmm nikmat dan segar rasanya.

edit-4
Manggo Bland with Orange Juice

Sambil menikmati minuman ringan saya menyempatkan diri untuk ngobrol-ngobrol santai dengan teman-teman Blogger, tak lama kemudian datanglah Chef Yan Hari  yang kita tunggu-tunggu.

edit-5
Chef Restoran Cerenti Hotel Grand Zuri BSD Yan Hari

Menurut saya, Chef Yan Hari seseorang yang bersahabat, dengan senang hati beliau menceritakan pengalamannya bekerja sebagai Chef  mulai dari beberapa Hotel di Indonesia hingga pengalamannya bekerja di Mancanegara seperti Libya, Afrika, Amerika Serikat, Malaysia dan kembali ke Indonesia dan beliau merasa di Hotel Grand Zuri BSD inilah beliau menemukan tim yang solid dan menyenangkan.

Mengenai menu baru yang dilauncing Restoran Cerenti-Hotel Grand Zuri BSD,  Chef Yan menjelaskan bahwa menu baru yang Ia keluarkan mulai dari Appetizers, Soup, Salad, Main Course dari masakan Indonesia termasuk masakan China hingga masakan Eropa, kemudian Pasta, Pizza dan Dessert, jika diakumulasikan jumlah menu baru yang dilauncing oleh Restoran Cerenti-Hotel Grand Zuri BSD ada sekitar 53 menu.

Dijelaskan secara lanjut oleh Chef Yan, pada kesempatan ini beliau akan menampilkan semua Appetizers yang baru, kemudian Soupnya, Untuk Main Coursenya akan ada game di mana kita akan mengambil undian yang disimpan di dalam fish bowl , dan masing-masing peserta dapat menikmati Main Course yang dipilih dari fish bowl sedangkan Dessertnya akan dikeluarkan semuanya.

Setelah kita memilih Main Coursenya Chef Yan pun pamit untuk mempersiapkan menu utama yang sudah peserta pilih. Tak lama kemudian keluarlah beberapa Appetizers atau hidangan pembuka yang menggoda para peserta.

edit-6
Vegetable Samosa
edit-7
Nachos
edit-8
Spring Roll
edit-9
Calamary Ring

Dari beberapa makanan pembuka di atas bisa kita lihat bahwa Chef Yan Hari ingin menampikan kenekaragaman kuliner bukan hanya Indonesia tetapi Mancanegara. Seperti Nachos misalnya makanan pembuka ini sangat familier di negara asalnya Meksiko, namun Chef Yan Hari berupaya menampilkan Nachos dengan citarasa yang berbeda dan dapat di terima oleh lidah orang Indonesia. Sayang sekali saya tidak dapat menyicipi  satu-persatu  makanan pembukanya, namun secara keseluruhan makanan pembuka yang disajikan oleh Chef Yan Hari sangat lezat apalagi jika dinikmatinya saat baru disajikan.

Setelah itu para peserta disajikan  empat macam Soup kreasi Chef Yan Hari Seperti, Hearty Chicken Noedle Soup, Onion Soup, Potato Cream Soup dan Potato Croquette. Di antara keempat Soup yang disajikan saya paling suka dengan Potato Cream Soup, rasanya lezat, kentangnya di bland  dan dicampur susu, jamur, dan rempah-rempahan, rasanya creamy sekali dan rasa asinnya pun cukup.

edit-10

edit-11

edit-12

edit-13

Setelah kami mencicipi aneka Soup yang dihidangkan tibalah saatnya kami mencoba hidangan menu utamanya atau Main Course. Seperti yang dijelaskan pertama bahwa masing-masing peserta hanya bisa memilih Main Course yang namanya kita ambil dari Fish Bowl dan taraaaa…, akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba pasta buatan chef Yan Hari. Saya merasa senang sekali karena Chef Yan Hari pernah mengatakan bahwa Beliau suka sekali memasak pasta atau Italian food , nahhh saatnya mencoba pasta buatan Chef Yan Hari.

edi-1
Main Course

Pasta Fettuccine buatan Chef Yan Hari yang saya coba diberi Saus Carbonara. Saya sangat suka sekali dengan pasta ini karena teksturnya agak berbeda dari spagethi ya, selainnya itu Fettuccine saus Carbonara dimasak dengan campuran susu, daun basil , origano, keju, sehingga rasanya benar-benar gurih apalagi Chef Yan Hari menambahkan slice atau potongan daging asap yang banyak dan lezat hemmm menambah selera makan saya, Porsinya pun menurut saya cukup besar sehingga saya sangat puas menikmati pasta ini, tapi ada satu bumbu yang saya kurang suka yaitu Basil, untuk saya mungkin basilnya harus dikurangi agar tidak terlalu terasa dilidah. Namun secara keseluruhan pasta ini cukup lezat.

Selain Pasta  Chef Yan hari juga menghadirkan masakan Eropa seperti Norwegian Salmon, Australian Strip Loin, Sirloin Steak, Boneles Chicken Leg Steak dan masih banyak masakan eropa lainnya selain masakan Eropa dan Amerika Srikat, Chef Yan juga pandai membuat  masakan Khas Indonesia Seperti Nasi Timbel, Sop Buntut dan Soto Ayam, Mie Jawa dan juga masakan Oriental Seperti ayam Hainam, atau Masakan Ala Jepang Teriyaki.

edit-2

Setelah kita puas menikmati Main Course saatnya kita cicipi Dessert buatan Chef Yan Hari, menurut saya semua Desseart yang Chef Yan buat sangat lezat Baik Tiramisunya, Cream Bruleenya , Chocolate Fudgenya Cheese Cakenya bahkan Pisang Goreng buatan Chef Yan juga sangat lezat , berbeda dengan pisang goreng kremes yang biasa saya makan di restoran lainnya. Chef yan menjelaskan bahwa pisang Goreng Kremesnya itu berasal dari pisang ambon yang sudah matang jadi tidak perlu ditambahkan gula lagi cukup manis alami dari buah pisangnya sendiri.

20160919_212139

edit-15
Pisang Goreng Kremes

Nah demikianlah rangkaian menu baru yang bisa kita nikmati bersama di Restoran Cerenti- Hotel Grand Zuri BSD, jika teman-teman ingin mencobanya silahkan berkunjung ke Hotel Grand Zuri BSD City  Jl. Pahlawan Seribu Kavling Ocean Park Banten-Indonesia Tlp : 021-29404955 dan Fax : 021-29404966

Terimakasih atas kunjungannya ya dan sampai jumpa dipembahasan selanjutnya, salam^^